Jalan Menuju Kejayaan

H3 Sukses Gelar Event Dunia dan Datangkan Wisatawan

Kehadiran para pembalap sepeda dunia membuktikan bahwa Komunitas Horas Halak Hita (H3) telah berhasil menggelar event berskala internasional. Tidak itu saja, H3 sudah berhasil membangkitkan gairah wisatawan untuk datang ke Danau Toba. Apa yang dilakukan H3 patutlah diapresiasi oleh semua pihak.

Dr. Eddy Keleng Ate Berutu, MA., salah seorang anggota H3, bahwa H3 adalah sebuah komunitas dari orang-orang yang peduli dengan pengembangan Danau Toba, terlebih dari aspek pariwisata. “Kita mau Danau Toba lebih mendunia dan orang berduyun-duyun datang ke sana. Dengan begitu, tentu berdampak bagi perekonomian di sana dan masyarakatnya akan lebih sejahtera,” ujarnya.
    Dia menambahkan, siapa saja boleh bergabung di H3, hanya saja dibutuhkan hati untuk bersama membangun Danau Toba. “Untuk mengembangkan Danau Toba juga dibutuhkan orang-orang yang punya hati dan kepedulian besar. Semakin banyak pihak yang menaruh kepedulian, Danau Toba juga akan semakin terangkat,” tandasnya penuh keyakinan.
    Ke depan, kata Eddy Berutu, H3 akan berpikir untuk menjadikan Toba Granfondo sebagai event rutin dan dijadikan perlombaan resmi. Dengan begitu tentu akan semakin banyak peserta yang ikut dan Danau Toba akan kian dikenal.  
 
Populerkan Toba
    Sementara itu Agustino Sidabutar Project Director Toba Granfondo menuturkan, “Sejak awal kami di H3 ingin mempopulerkan Danau Toba sampai ke mancanegara. Oleh karena itu, kami memilih ajang reli sepeda. Grandfondo sendiri kalau di luar negeri diartikan olahraga bersepeda jarak panjang. Karena itu, event ini kami namai Toba Grandfondo,” jelasnya.
    Soal pemilihan rute, Agustino menjelaskan, selain soal kesiapan infrastruktur, juga masalah hotel yang memadai. Karena peserta kan ada dari luar negeri, tentu kita harus memberikan service yang memuaskan. “Karena ini baru event pertama, maka kita buat rute hanya sampai 200 kilometer. Tadinya kita berpikir mau lebih panjang lagi, tapi mungkin itu bisa ditambahkan ke depan,” kata Agustino.
    Alasan diadakan acara ini, menurut Agustino simple saja, ingin membawa orang hadir ke Danau Toba melalui event olahraga. Dalam persiapannya, panitia sempat meminta Dinas Pekerjaan Umum untuk memperbaiki beberapa ruas jalan, terutama di Simarjarunjung dan Tinggarunggu. Sampai hari-H, jalan telah siap digunakan para pesepeda.
    Ke depan, tidak hanya jarak yang akan diperpanjang, tapi bukan tidak mungkin lokasi acara dipindah agar peserta juga bisa melintasi daerah-daerah lain di sekitar Danau Toba. Tidak itu saja, untuk menjadi event resmi skala internasional, tentu ada syarat-syarat khusus yang harus dipenuhi. Dan, itu akan dilakukan inspeksi khusus dari badan olahraga sepeda internasional.
    Di akhir perbincangan, Agustino mengharapkan, ke depan keterlibatan masyarakat di sekitar Danau Toba sangatlah besar, demikian juga pemerintah daerah, sehingga ajang seperti ini bisa secara rutin dilakukan. 
    
Apresiasi besar
    Pengacara senior Dr. Todung Mulya Lubis yang hadir di acara dinner dengan gamblang mengatakan, salut dengan kinerja dari H3 ini. “H3 telah berhasil membuat event besar dan berkelas dunia lewat olahraga. Ini patut diapresiasi dan ke depannya harus didukung agar event serupa ini atau yang lainnya bisa diadakan di Danau Toba,” ujarnya.
    Ditambahkannya, dalam mendukung program pemerintah yang telah menjadikan Danau Toba sebagai salah satu dari 10 destinasi wisata nasional dan dunia, maka sebagai putra Batak dan Sumut pada umumnya kita punya tanggung jawab untuk mendukung hal tersebut dengan mengadakan berbagai acara yang mendukung hal tersebut. Dengan begitu, maka Danau Toba akan semakin populer di mata dunia internasional.
    “Danau Toba dan daerah di sekitarnya memiliki segudang kekayaan yang bisa diangkat ke permukaan. Karena itu, saya mengajak semua pihak, masyarakat, pemerintah daerah, para perantau untuk bersama-sama memikirkan apa yang bisa diperbuat untuk Danau Toba. Selain itu, ke depan, ekonomi Indonesia akan sangat bergantung pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” tukasnya seraya memberi contoh negara Taiwan yang tidak seindah Indonesia, tapi mampu mendatangkan wisatawan lebih dari 27 juta orang setiap tahunnya.
    Sementara itu, Gus Irawan Pasaribu, anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra di sela acara dinner mengatakan, acara ini sangat pas digelar di Danau Toba. Karena itu, secara khusus Gus Irawan memberi apresiasi kepada H3 dan Dumoli Pardede yang telah mampu mengumpulkan halak hita untuk bersatu padu membangun Danau Toba menjadi destinasi wisata kelas dunia.
    Kepada pemerintah daerah, Gus Irawan berharap, ke depan bisa lebih mendukung event ini atau event lainnya. Melalui kegiatan ini, Gus berharap ada terobosan lain yang dibuat, baik oleh H3 atau komunitas manapun agar realisasi Danau Toba menjadi destinasi wisata dunia bisa terwujud.  
    
Gandeng OJK
    Dalam melaksanakan event ini, H3 menggandeng OJK. Mengenai hal ini, Ketua Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D. Hadad di sela-sela pelepasan peserta di Kantor Gubernur Sumut mengatakan, OJK sangat mendukung event ini untuk menggalakkan pariwisata di daerah. Tidak hanya di Sumut, tapi OJK juga mendukung acara serupa diadakan di daerah-daerah lain.
    Muliaman mengatakan, industri pariwisata memiliki karakteristik yang besar. “Untuk mendukung hal ini tentu dibutuhkan pembiayaan, baik infrastruktur, perhotelan, kuliner, dan sebagainya. Karena itu, kami mengajak perusahaan-perusahaan pembiayaan yang ada untuk melihat langsung potensi daerah yang ada dan peluang-peluang yang bisa dimanfaatkan ke depannya,” jelas Muliaman.
    Diakuinya, event promosi pariwisata di Toba adalah untuk pertama kali. Muliaman berharap ini menjadi contoh untuk daerah-daerah lain, utamanya 10 destinasi wisata lainnya. Guna mendukung hal tersebut OJK telah menandatangai nota kesepahaman dengan Kementerian Pariwisata dalam rangka mendukung pemerintah dalam pengembangan 10 destinasi pariwisata baru di Indonesia.

Respon besar
    Lebih jauh Muliaman mengatakan, respon dari perusahaan-perusahaan pembiayaan sangat besar untuk mendukung kemajuan pariwisata. Bahkan, mobilisasi dana pada tahap awal bisa mencapai Rp 1 triliun. Jadi, itu diarahkan bukan hanya membangun resorts atau hotel yang besar, tapi juga membantu masyarakat untuk membuat home stay. Dengan begitu, perekonomian masyarakat di sekitar destinasi wisata akan sejahtera.
    “Kita memberi perhatian besar pada sektor pariwisata. Karena selama ini keluhannya soal pembiayaan dan itu yang menjadi fokus perhatian kita,” cetusnya. 
    Event ini, tambah Muliaman, bisa menjadi contoh di mana penting keterlibatan komunitas seperti H3 ini untuk menjadi partner dalam mengadakan event-event skala besar, juga masyarakat sekitar dan tentunya pemerintah daerah.
    Keterlibatan perusahaan pembiayaan tentu mengharapkan respon dari masyarakat. Menanggapi hal tersebut, Muliaman menjelaskan, intinya harus ada yang mulai lebih dulu. Karena bicara pariwisata itu tentu yang dikedepankan adalah services (pelayanan). Dan, untuk itu dibutuhkan perubahan mentalitas dari masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah daerah punya tugas memberi pengarahan dan penyadaran kepada masyarakat untuk siap memasuki era pariwisata yang terbuka.
    Dengan masyarakat yang siap, maka pariwisata akan mudah dikembangkan, turis datang dan masyarakat menerima dengan segala keramahan. Selain itu, pariwisata memiliki banyak nilai tambah, seperti kerajinan tangan, kuliner, transportasi, kebudayaan, dan sebagainya yang tentunya harus melibatkan masyarakat. Nah, kalau masyarakatnya tidak siap, maka pengembangan pariwisata akan mengalami stagnasi.

Dukung terus
    Senada dengan Muliaman, Dumoli F. Pardede Direktur Pengawasan Asuransi OJK yang juga Koordinator H3 menjelaskan, OJK punya komitmen besar untuk membantu pengembangan pariwisata di Indonesia, salah satunya Danau Toba. “Kami mensupport dengan melibatkan perusahaan keuangan untuk membantu program-program pengembangan pariwisata,” ungkapnya.
    Salah satu alasan OJK mendukung pariwisata, kata Dumoli adalah untuk lebih mendekatkan sektor keuangan kepada masyarakat. “Untuk acara Toba Granfodo sendiri sejumlah perusahaan perasuransian terlibat, seperti AIA, Prudential, Mandiri. Coba bayangkan kalau perusahaan-perusahaan ini bisa hadir sampai ke kota-kota kecil, tentu akan sangat luar biasa. Juga memicu semangat generasi muda, siapa tahu mereka bisa bekerja di perusahaan keuangan dan pergi sampai ke luar negeri,” kata Dumoli.
    Bicara soal target, Dumoli mengatakan, kami ingin merangsang masyarakat untuk berpartisipasi dalam pengembangan pariwisata. Selain itu, dunia perhotelan berkembang, kuliner semakin maju, kerajinan tangan semakin tumbuh, dan sebagainya. Hal-hal tersebut sangat dibutuhkan dalam pengembangan pariwisata yang berkelanjutan.
    “Kami di OJK mendorong H3 untuk terus aktif dengan berbagai kegiatan untuk pengembangan pariwisata, tidak hanya di Danau Toba, tapi juga di Sumatera Utara pada umumnya,” tukas Dumoli.
    Di era keterbukaan sekarang ini, dibutuhkan tangan-tangan kreatif untuk bisa mengolah suatu ide besar dan merealisasikan dengan tujuan mengembangkan dunia pariwisata di Indonesia. Selamat untuk H3! (RN)

    

 

admin

Columnist, Cofounder of Avatar Global & Jumamatawari, sociopreneur in the insurance sector, respect cultural sensitivity with a local & global perspective.

Related Posts

Add new comment